Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image
Scroll to top

Top

No Comments

Review Last Man Standing

Review Last Man Standing

Dual Stick Shooter game seperti Gun Bros, Mafia Rush, Bullet Time, Minigore, dsb memang seru untuk kamu mainkan. Itulah yang mendorong gue untuk mencoba Last Man Standing, game yang rilis tanggal 6 Maret 2012 kemarin. Apalagi Unreal Engine melatar belakangi dalam pembuatan game ini. Yang gue harapkan dan bayangkan adalah mirip-mirip Infinty Blade atau Real Racing dengan graphic mengagumkan dan betah untuk main berlama-lama. Tapi apakah seperti itu? Noooo, it’s a big no no..

Last Man Standing mengisahkan seorang pria yang berjuang melawan zombie wanita karena mereka terinfeksi virus. Sementara semua pria yang ada sudah musnah karena menjadi mangsa para wanita yang terinfeksi dan pria terlalu lemah terhadap virus tersebut. Tokoh dalam game ini yang menjadi satu-satunya harapan untuk membasmi zombie tersebut setelah ia diselamatkan dan seorang professor melakukan penelitian terhadapnya. Gue baru mengerti storylinenya setelah gue baca dari preview di iTunes, kalau langsung di gamenya gue ga akan tahu kalau ceritanya seperti itu.

Seperti biasa kamu bertugas menembaki zombie yang berjalan kearah kamu. Control kiri untuk berjalan, sementara yang kanan untuk mengarahkan kemana kamu akan menembak. Setiap wave kamu harus bertahan hidup selama 90 detik, yang nanti diakhir wave akan ada bala bantuan, bomb yang turun dari langit dan wave selesai. Ditengah-tengah game kamu akan mendapat bantuan berupa medical kit untuk menambah darah kamu dan beberapa stuff untuk memperlengkapi senjata. Hanya saja karakter di game ini berjalan sangat lambat sehingga medical kit atau stuff lainnya tidak akan sempat diambil kalau jaraknya jauh.

Unreal Engine yang dipromosikan pada game ini tidak terlalu wah, malah gue merasa karakter terkesan melayang dari tapakan tanah, maksudnya tidak benar-benar menginjak tanah. Fungsi dari kamera pun masi sangat minim. Sudut kamera tidak bisa digeser-geser sehingga sulit melihat musuh yang ada di samping kiri dan kanan. Transisi antar wave nya pun terlalu sebentar, gue sampai tidak bisa melihat berapa score yang diperoleh dalam 1 wave.

Dan ini bagian terburuk, ketika sampai ke level yang lebih lanjut, gue menemukan bug yang krusial, musuh menghilang begitu saja. Yang gue maksud adalah ketika kamu baru menyelesaikan 1 wave dan dan masuk ke wave berikutnya, kamu tidak menemukan musuh yang mau kamu tembaki lagi. Tidak ada score untuk wave tersebut. Kondisi ini berulang sampai wave-wave selanjutnya. Gameplaynya pun terlalu monoton, tidak ada store untuk membeli perlengkapan, dan tidak ada goal yang menantang membuat game ini terasa sangat hambar dan boring.

Well, Last Man Standing adalah game yang harus kamu hindari. Begitu banyak kekurangan seakan-akan game ini belum sempurna dan malah belum layak tampil di App Store. Walaupun harganya hanya $0.99, game ini belum layak untuk dicoba dan mainkan.

App Store Link: Last Man Standing, $0.99

YouTube Preview Image

Submit a Comment

Read previous post:
AAAAAAAA
Review AaaaaAAaaaAAAaaAAAAaAAAAA!!! (Force = Mass x Acceleration)

AaaaaAAaaaAAAaaAAAAaAAAAA!!! (Force = Mass x Acceleration) adalah game remake pc dengan judul yang sama, bersetting di dunia masa depan kamu adalah seorang pelompat gedung yang mencari adrenalin dan tantangan. Game ini dimulai dengan kamu berada...

Close